Teks Sholawat Mahalul Qiyam Full Lengkap disertai Arab Latin dengan Artinya

Diposting pada

Teks Sholawat Mahalul Qiyam Lengkap beserta Arab Latin dan artinya

اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ

Halo Sobat Bacaankita! Kali ini, kita akan bahas tentang Sholawat Mahalul Qiyam. Kalian pasti sering mendengar atau bahkan ikut melantunkan sholawat ini saat acara maulid Nabi atau acara keagamaan lainnya, kan? Nah, supaya kita semua bisa lebih paham dan hafal, yuk kita lihat teks lengkapnya dalam bahasa Arab dan Latin.

Mahalul qiyam terdapat pada pembacaan maulid (riwayat kelahiran) Nabi Muhammad SAW. Mahalul qiyam, sesuai namanya yakni momentum orang berdiri sesudah sebelumnya duduk pada forum pembacaan maulid Barzanji. Jamaah maulid berdiri serta membaca sholawat bersama-sama sehabis pembacaan riwayat maulid oleh satu orang yang diduga cakap membaca Kitab Barzanji ataupun Kitab Rawi. Berikut ini merupakan lafal sholawat beserta transliterasi serta terjemahannya yang dibaca saat mahalul qiyam:

صَلَّى اللهُ عَلى مُحَمَّدْ، صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

Shallallāhu ‘alā Muhammad, shāllallāhu ‘alayhi wasallam

Allah bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW, Allah bersholawat dan mengucap salam sejahtera untuknya.

مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا، مَرْحَبًا جَدَّ الحُسَيْنِ مَرْحَبًا

Marhaban yā marhaban yā marhaban, marhaban jaddal Husaini marhaban.

Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang kakek dari Husain, selamat datang.

يَا نَبِى سَلَامْ عَلَيْكَ، يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ

يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ

Yā nabī salām ‘alayka, yā rasūl salām ‘alayka

Yā habīb salām ‘alayka, shalawātullāh ‘alayka

Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu

Wahai Kekasih, salam sejahtera untukmu, sholawat (rahmat) Allah untukmu

اَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُوْرُ

مِثْلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْنَا، قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُوْرِ

Asyraqal badru ‘alayna, fakhtafat minhul budūru

Mitsla husnik mā ra’aynā, qaththu yā wajhus surūri

Satu purnama telah terbit di atas kami, pudarlah jutaan purnama lain karenanya

Belum pernah kulihat seperti keelokanmu, wahai wajah yang gembira

اَنْتَ شَمْسٌ اَنْتَ بَدْرٌ، اَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرِ

اَنْتَ اِكْسِيْرٌ وَّغَالِى، اَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُوْرِ

Anta syamsun anta badrun, anta nūrun fawqa nūri

Anta iksīruw wa ghālī, anta mishbāhus shudūri

Kau bak mentari, kau juga laksana purnama, kau cahaya di atas cahaya

Kau laksana obat segala guna (elixir) lagi mahal, kau adalah lentera hati

يَاحَبِيْبِيْ يَامُحَمَّدْ، يَا عَرُوْسَ الخَافِقَيْنِ

يَا مُؤَيَّدْ يَا مُمَجَّدْ، يَا اِمَامَ القِبْلَتَيْنِ

Yā habībi yā Muhammad, yā ‘arūsal khāfiqayni

​​​​​​​Yā mu’ayyad yā mumajjad, yā imāmal qiblatayni

Wahai Kekasih, wahai Muhammad saw, wahai pengantin Timur dan Barat​​​​​​​

Wahai Rasul yang diperkuat (oleh wahyu), wahai Nabi yang agung, wahai imam dua kiblat

مَنْ رَآى وَجْهَكَ يَسْعَدْ، يَا كَرِيْمَ الوَالِدَيْنِ

حَوْضُكَ الصَّافِى الْمُبَرَّدْ، وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُوْرِ

Man ra’ā wajhaka yas‘ad, yā karīmal wālidayni

Hawdhukas shāfil mubarrad, wirdunā yawman nusyūri

Siapapun yang memandang wajahmu pasti bahagia, wahai manusia yang memiliki orang tua mulia.

Telagamu berair jernih dan sejuk, yang kelak kami datangi pada hari kebangkitan

مَا رَأَيْنَا الْعِيْسَ حَنَّتْ، بِالسُّرَى اِلَّا اِلَيْكَ

وَاْلَغَمَامَةْ قَدْ اَظَلَّتْ، وَالْمَلَا صَلُّوْا عَلَيْكَ

Mā ra’aynal ’īsa hannat, bis surā illā ilayka

Wal ghamāmah qad azhallat, wal malā shallū (shallaw pada sebagian naskah) ‘alayka

Belum pernah kami melihat unta peranakan unggul yang bersuara sambil berjalan malam hari, kecuali menuju kepadamu

Gumpalan awan menaungimu, semua makhuk mengucapkan sholawat untukmu.

 

Posisi diri yang dilakukan oleh orang tua dan para guru kita merupakan bentuk akhlak mereka terhadap Rasulullah SAW. Para orang tua kita jelas meneladani akhlak para ulama sebagai pewaris para nabi terhadap rasulnya. Ada baiknya kita telaah uraian Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam Kitab I‘anatut Thalibin sebagai berikut.

جرت العادة أن الناس إذا سمعوا ذكر وضعه صلى الله عليه وسلم يقومون تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام مستحسن لما فيه من تعظيم النبي صلى الله عليه وسلم ، وقد فعل ذلك كثير من علماء الامة الذين يقتدى بهم. قال الحلبي في السيرة فقد حكى بعضهم أن الامام السبكي اجتمع عنده كثير من علماء عصره فأنشد منشده قول الصرصري في مدحه صلى الله عليه وسلم: قليل لمدح المصطفى الخط بالذهب على ورق من خط أحسن من كتب وأن تنهض الاشراف عند سماعه قياما صفوفا أو جثيا على الركب فعند ذلك قام الامام السبكي وجميع من بالمجلس، فحصل أنس كبير في ذلك المجلس وعمل المولد. واجتماع الناس له كذلك مستحسن

Artinya, “Sudah menjadi tradisi bahwa ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut-sebut, orang-orang akan berdiri sebagai bentuk penghormatan bagi rasul akhir zaman. Berdiri seperti itu didasarkan pada istihsan (anggapan baik) sebagai bentuk penghormatan bagi Rasulullah SAW. Hal ini dilakukan banyak ulama terkemuka panutan umat Islam.

Al-Halabi dalam Sirah-nya mengutip sejumlah ulama yang menceritakan bahwa ketika majelis Imam As-Subki dihadiri para ulama di zamannya, Imam As-Subki membaca syair pujian untuk Rasulullah SAW dengan suara lantang,

‘Sedikit pujian untuk Rasulullah SAW oleh tinta emas//di atas mata uang dibanding goresan indah di buku-buku Orang-orang mulia terkemuka bangkit saat mendengar namanya//berdiri berbaris atau bersimpuh di atas lutut’

Selesai membaca syair Imam As-Subki berdiri yang kemudian diikuti oleh para ulama yang hadir. Kebahagiaan muncul di majelis tersebut dan maulid Rasulullah SAW diperingati di dalamnya.

Pertemuan umat Islam demi kelahiran Rasulullah SAW juga didasarkan pada istihsan.” (Lihat Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, Darul Fikr, Beirut, Libanon, tahun 2005 M/1425-1426 H, juz III, halaman 414).

Jadi, itulah teks lengkap Sholawat Mahalul Qiyam beserta tips untuk menghafalnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membuat kita semakin semangat dalam mencintai Nabi Muhammad SAW. Jangan lupa untuk selalu mengamalkan sholawat ini dalam keseharian kita ya, sobat! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *