Baca Artikel di http://bacaankita.comPernah nggak sih, kamu lagi enak-enaknya rebahan, tiba-tiba notif email masuk. “Ting!” Eh, kirain penting, taunya cuma promo diskon sedotan stainless. 😩 Yap, email memang penting banget buat komunikasi, apalagi kalau urusannya kerjaan. Tapi… jangan tertipu, di balik semua kesan formal dan ‘dewasa’ itu, ternyata ada banyak juga lho kekurangan email yang kadang bikin kepala cenat-cenut.
Makanya di artikel ini, aku bakal ngobrol bareng kamu soal kekurangan email, dari yang receh sampai yang bikin stres, sambil nyelipin juga tips-tips random tapi berguna, kayak cara merawat baterai HP agar awet (biar pas buka email nggak tiba-tiba lowbat). So, yuk kita mulai!
📩 1. Inbox Gampang Penuh, Tapi Jarang Disadari

Oke, ini masalah klasik. Awalnya sih tenang-tenang aja. Tapi makin lama, makin banyak email masuk yang nggak dibaca. Mulai dari promosi, notifikasi media sosial, sampe update aplikasi yang nggak kamu pakai lagi. Hasilnya? Inbox kamu kayak kamar kos waktu belum dibersihin sebulan—penuh dan sumpek!
Kekurangan email pertama yang paling kerasa ya ini: overload informasi. Kita jadi susah nemu email penting karena ketumpuk spam dan junk.
🧟♀️ 2. Rentan Kena Phishing dan Spam
Kamu pernah dapet email dari “Bank Indonesia” yang nyuruh isi data rekening karena katanya kamu menang undian? Duh, itu jelas-jelas jebakan betmen! Salah satu kekurangan email yang paling berbahaya adalah mudahnya jadi sasaran phishing—alias penipuan lewat email.
Dan parahnya lagi, tampilan email penipu itu seringkali mirip banget sama email resmi. Jadi kalau nggak waspada, bisa-bisa kita klik link jebakan dan data pribadi malah kebobolan.
📵 3. Harus Terhubung ke Internet (Ya Iya, Tapi…)
Meskipun sekarang koneksi internet udah lumayan stabil, tapi tetap aja… Email tuh nggak bisa dipakai kalau kamu lagi di tempat yang sinyalnya cuma satu bar (atau malah nggak ada sinyal sama sekali). Padahal, ada lho aplikasi chatting yang bisa simpan draft dan tetap akses pesan meski offline.
Nah, ini dia kekurangan email yang nyebelin: ketergantungan penuh sama koneksi internet.
🐢 4. Bales Email Itu Ribet dan Nggak Instan
Bandingin deh sama WhatsApp atau DM Instagram. Kalau kamu nge-chat “Oke, noted ya kak,” langsung kelar. Tapi di email? Harus buka, tulis salam, isi isi isi, salam penutup, kirim. Padahal isinya cuma “Siap, terima kasih.”
Kekurangan email yang satu ini bikin komunikasi jadi terasa lebih lambat dan ribet.
🕵️♂️ 5. Gampang Salah Kirim (Dan Bisa Fatal)
Pernah salah kirim email ke bos padahal maksudnya buat temen? Atau ngirim dokumen penting tapi ke alamat yang mirip-mirip? Waduh, bahaya banget! Kesalahan kecil ini bisa jadi bumerang gede, apalagi kalau kamu kerja di bidang yang sensitif kayak hukum atau keuangan.
Dan sayangnya, nggak semua penyedia email punya fitur “unsend” kayak WhatsApp. Jadi ya… siap-siap malu atau bahkan kena tegur.
🔐 6. Keamanan Masih Jadi Tanda Tanya
Meskipun ada banyak fitur keamanan, tapi kekurangan email dari sisi proteksi itu nyata. Misalnya, kalau kamu buka email di warnet (eh, masih ada nggak sih warnet?) atau login di komputer publik, risiko akun kamu kebobolan itu gede banget.
Belum lagi kalau password kamu gampang ketebak kayak “123456” atau “namapacarkamu”, ya wassalam.
💣 7. Terlalu Banyak Platform, Bikin Ribet

Gmail, Yahoo, Outlook, Zoho, ProtonMail… Duh, banyak banget platform email di luar sana. Dan nggak semuanya user-friendly. Kadang kita harus punya beberapa akun email buat kerjaan, pribadi, backup, dan sebagainya. Ujung-ujungnya? Lupa password atau bingung akun mana buat apa.
Salah satu kekurangan email yang jarang dibahas: terlalu banyak pilihan, tapi nggak semua nyaman.
🔋 8. Sering Bikin Baterai HP Cepet Habis
Nah, ini bonus info buat kamu yang masih penasaran sama cara merawat baterai HP agar awet. Salah satunya adalah: jangan biarin email sinkron otomatis terus-terusan. Karena aplikasi email yang aktif 24 jam bisa nguras baterai secara perlahan tapi pasti.
Jadi, buat kamu yang nggak pengen liat notifikasi “10% battery remaining” setiap siang, coba deh atur sinkronisasi email manual aja.
🤖 9. Kurang Fleksibel Buat Interaksi Sosial
Coba kamu kirim email ke temen kamu, terus bilang, “Bro, makan siang yuk?” Kira-kira dibales cepet nggak? Fix-nya sih ogah dibales cepet. Email memang bukan tools buat komunikasi cepat dan informal. Jadi ya gitu, kalau buat ngobrol santai, email tuh… terlalu kaku.
Dan inilah kekurangan email lainnya: terlalu formal untuk dunia yang makin santai ini.
🎨 10. Minim Personalisasi & Ekspresi
Kalau di chat bisa pakai emoji, sticker, bahkan voice note, email biasanya cuma teks doang. Iya sih, bisa tambahin lampiran atau GIF, tapi rasanya tetap kurang luwes. Jadi, buat yang suka ekspresif, email itu kerasa terlalu “dingin.”
😤 11. “Sorry, File Terlalu Besar”
Salah satu kekurangan email yang ngeselin banget adalah keterbatasan ukuran lampiran. Kebanyakan email cuma bisa kirim file maksimal 25MB. Kalau kamu mau kirim video atau file besar, harus pakai Google Drive atau layanan lain. Rempong level dewa, kan?
🗓️ 12. Nggak Praktis Buat Reminder atau Follow-up
Email tuh bisa aja kelewat dibaca dan nggak ditandai. Alhasil, banyak hal penting bisa terlewat. Beda banget sama aplikasi manajemen tugas yang bisa kasih reminder otomatis atau checklist.
Kekurangan email yang ini penting banget buat kamu yang pelupa (kayak aku 😅).
📉 13. Sulit Diukur Efektivitasnya
Kalau kamu pakai email buat promosi, kamu bakal sadar bahwa tracking siapa yang buka atau klik itu nggak selalu akurat. Banyak fitur analytics yang terbatas. Ini beda banget sama platform kayak Instagram Ads atau Google Ads yang datanya super lengkap.
📲 14. Susah Sinkron Antar Perangkat
Kalau kamu pernah login email di HP terus ganti HP baru, kadang email setting-an dan history-nya bisa ilang. Belum lagi kalau di laptop dan HP beda notifikasi, bikin kita jadi bingung.
🧼 15. Harus Rajin Bersih-bersih Inbox
Kamu harus rutin bersih-bersih inbox biar email penting nggak ketumpuk. Tapi siapa yang sempet bersihin email tiap hari? Hidup udah ruwet, masa disuruh ngurus beginian juga? Ini jelas salah satu kekurangan email yang paling malesin.
🚫 16. Auto-Reply Kadang Gagal Paham
Pernah nggak kamu kirim email penting, tapi dibales sama sistem auto-reply kayak “Terima kasih telah menghubungi kami. Balasan akan kami kirimkan dalam 2-3 hari kerja”? Padahal kamu butuh respon secepatnya. Nah, kekurangan email di sini: kadang terlalu formal dan nggak manusiawi.
💬 17. Butuh Etika Penulisan yang Kaku
Kamu nggak bisa asal nulis di email. Harus ada struktur, salam pembuka, isi, penutup. Belum lagi kalau harus pakai bahasa formal. Ini bikin komunikasi jadi lambat dan nggak fleksibel.
🧠 Kesimpulan: Email Memang Penting, Tapi Jangan Lupa Sadar Kekurangannya
Email itu ibarat temen lama yang setia, tapi banyak drama. Di satu sisi, dia sangat penting, apalagi buat urusan kerjaan, sekolah, dan pendaftaran akun. Tapi di sisi lain, kekurangan email ini bisa bikin kita stres sendiri kalau nggak hati-hati.
Jadi, yuk lebih bijak pakai email. Kurangi notif yang nggak penting, rajin bersih-bersih inbox, dan aktifkan fitur keamanan. Dan jangan lupa juga, sambil ngurus email, perhatiin juga cara merawat baterai HP agar awet, karena dua hal itu sering berkaitan (ya kali emailan pas baterai 1%).
Kalau kamu ngerasa artikel ini ngebantu, jangan pelit buat share ke temen kamu yang inbox-nya udah kayak medan perang! Atau, kamu bisa coba situs ini buat dapetin info menarik dan tips lain yang nggak kalah berguna. Siapa tahu, dari yang awalnya cuma pengen tahu soal kekurangan email, kamu malah nemu hal baru yang bikin hidup makin gampang. 😄
❓ 5 FAQ tentang Kekurangan Email
![]()
1. Kenapa email sering dianggap ketinggalan zaman?
Karena banyak aplikasi komunikasi yang lebih cepat, praktis, dan ekspresif. Tapi tetap aja, email masih jadi standar formal yang penting.
2. Apakah email aman digunakan?
Aman, asal kamu hati-hati. Jangan klik link mencurigakan dan selalu aktifkan verifikasi dua langkah.
3. Gimana caranya biar email nggak boros baterai?
Atur sinkronisasi jadi manual, matikan push notification, dan bersihkan cache aplikasi email kamu.
4. Apa solusi kalau file terlalu besar untuk dikirim via email?
Gunakan layanan seperti Google Drive, Dropbox, atau WeTransfer buat mengirim lampiran besar.
5. Gimana biar email nggak penuh spam?
Gunakan email terpisah buat langganan promo, aktifkan filter spam, dan unsubscribe dari email yang nggak penting.
Kalau kamu butuh lebih banyak tips bermanfaat lainnya, jangan ragu mampir ke situs ini ya. Siapa tahu artikel berikutnya bisa bikin hari kamu lebih produktif. 😉
Baca Juga Ampuh Banget! Ini 4 Cara Ganti Password WiFi CBN dengan Mudah Tanpa Bantuan Teknisi



