Baca Artikel di http://bacaankita.comKalau kamu lagi ngulik-ngulik dunia machine learning, pasti udah nggak asing lagi sama dua istilah ini: supervised learning dan unsupervised learning. Dua istilah yang kedengarannya serius banget, padahal kalau dibahas pakai bahasa sehari-hari, sebenarnya gampang banget dicerna.
Bayangin kamu lagi belajar naik sepeda. Kalau ada yang ngajarin kamu dan kasih tahu, “Nih, kaki kamu taruh di pedal, pegang stang, dan jangan lupa jaga keseimbangan,” itu mirip kayak supervised learning. Tapi kalau kamu langsung nekat coba sendiri, jatuh-bangun sambil belajar dari pengalaman, itu lebih ke arah unsupervised learning. Nah, kira-kira kayak gitu bedanya.
Artikel ini bakal ngebahas secara santai, ngalir kayak ngobrol sama temen, tentang supervised learning dan unsupervised learning. Mulai dari definisinya, contoh sehari-hari, sampai kapan kamu harus pakai yang mana. Jadi, siap-siap nyeruput kopi atau teh, dan mari kita mulai perjalanan ke dunia algoritma yang nggak semenyeramkan kelihatannya!
Table of Contents
Toggle📌 Supervised Learning: Ketika Data Dikasih Label

Oke, kita mulai dari yang lebih “terarah” dulu: supervised learning
Supervised learning adalah metode dalam machine learning yang melibatkan data yang sudah ada labelnya. Maksudnya gimana? Bayangin kamu lagi belajar mengenali buah. Ada gambar apel, pisang, jeruk, dan masing-masing gambar itu udah ada tulisan “apel”, “pisang”, atau “jeruk”. Jadi sistemnya kayak: “Oh, ini gambar dengan bentuk bulat merah dikasih label apel, berarti yang serupa juga kemungkinan besar apel.”
Kayak belajar dari contoh soal yang udah ada jawabannya, jadi kita tahu pola jawabannya seperti apa.
Contoh Supervised Learning dalam Kehidupan Sehari-hari:
Email spam filter: Email yang masuk dikasih label “spam” atau “bukan spam”.
Deteksi wajah: Foto dengan wajah dikenali sebagai “wajah si A”, “wajah si B”.
Prediksi harga rumah: Dikasih data tentang luas bangunan, lokasi, jumlah kamar, dan harganya—sistem belajar dan bisa memprediksi harga rumah baru.
Algoritma yang Umum Dipakai:
Decision Trees
Support Vector Machines
K-Nearest Neighbors
Linear Regression
Neural Networks
Kalau kamu pernah ngoding dengan Python dan main-main sama scikit-learn, pasti familiar banget sama nama-nama ini.
🔍 Unsupervised Learning: Belajar Tanpa Dikasih Jawaban
Kalau supervised learning kayak belajar dari buku latihan yang udah ada kunci jawabannya, unsupervised learning itu kayak disuruh ngerjain soal tanpa tahu jawabannya sama sekali. Kamu cuma dikasih data, dan harus bisa “mengerti” data itu sendiri.
Supervised dan unsupervised learning bedanya terletak di situ. Unsupervised learning nggak punya label. Sistem harus bisa nemuin pola atau struktur dalam data itu sendiri. Lebih bebas, lebih menantang, tapi juga lebih fleksibel.
Contoh Unsupervised Learning dalam Kehidupan Sehari-hari:
Rekomendasi produk: Sistem mengelompokkan user dengan preferensi yang sama meski tanpa tahu secara eksplisit minatnya.
Segmentasi pasar: Kelompok konsumen yang punya pola belanja serupa.
Deteksi anomali: Misal deteksi transaksi mencurigakan di kartu kredit.
Algoritma Populer:
K-Means Clustering
Hierarchical Clustering
Principal Component Analysis (PCA)
DBSCAN
Kalau kamu pernah lihat visualisasi data yang “ngeblok-blokin” kelompok data jadi warna-warna berbeda, kemungkinan besar itu hasil kerja unsupervised learning.
🎯 Perbedaan Supervised dan Unsupervised Learning

Nah, sekarang mari kita bahas bagian yang paling bikin penasaran: perbedaan supervised dan unsupervised learning.
| Aspek | Supervised Learning | Unsupervised Learning |
|---|---|---|
| Label Data | Ada | Tidak ada |
| Tujuan | Prediksi berdasarkan data lama | Menemukan pola atau struktur baru |
| Contoh | Klasifikasi email, prediksi harga | Clustering pelanggan, pengelompokan dokumen |
| Algoritma | Linear Regression, SVM | K-Means, PCA |
| Kompleksitas | Lebih mudah dimengerti | Lebih kompleks karena tanpa arahan |
Singkatnya, kalau kamu tahu jawabannya dan ingin sistem belajar dari itu, pakai supervised learning. Tapi kalau kamu pengen sistem cari tahu sendiri apa yang menarik dari data tersebut, pakai unsupervised learning.
🎮 Analogi Simpel: Game Mode Terarah vs. Bebas Eksplorasi
Biar makin gampang, bayangin kamu main game.
Supervised learning itu kayak mode campaign. Kamu tahu misinya, tahu musuhnya, tahu targetnya. Semua ada petunjuk.
Unsupervised learning itu kayak open world sandbox. Nggak ada peta, kamu eksplorasi sendiri, cari rahasia, dan nemuin sesuatu yang sebelumnya nggak dikasih tahu.
🤔 Kapan Harus Pakai yang Mana?
Kalau kamu punya data dan labelnya, misalnya histori penjualan dan kamu pengen tahu penjualan minggu depan, jelas pakai supervised learning.
Tapi kalau kamu punya data banyak tapi nggak tahu harus diapain, kayak data user tanpa deskripsi lengkap, dan pengen tahu siapa yang punya kebiasaan mirip, pakai unsupervised learning.
Jadi ya, tergantung masalahnya. Nggak ada yang lebih bagus, yang ada lebih cocok.
🔧 Tools yang Bisa Dicoba
Buat kamu yang pengen coba supervised learning dan unsupervised learning langsung, banyak banget situs dan tools gratis yang bisa kamu ulik:
Google Colab – kayak Jupyter Notebook tapi online.
Kaggle – komunitas dan tantangan machine learning plus dataset siap pakai.
Teachable Machine by Google – buat supervised learning yang simpel, tinggal klik-klik.
Orange – GUI-based, cocok buat pemula yang takut ngoding.
scikit-learn & TensorFlow – buat kamu yang udah mulai pede mainan Python.
😎 Kenapa Harus Peduli Tentang Supervised Learning dan Unsupervised Learning ?
Mungkin kamu mikir, “Ngapain sih repot-repot belajar ginian?” Jawabannya simpel: dunia sekarang dikuasai data. Dari Netflix, Spotify, Tokopedia, sampai Instagram, semua jalan karena algoritma yang belajar dari data. Dan dua pendekatan yang mendasarinya ya si supervised dan unsupervised learning ini.
Mau jadi data scientist? Wajib tahu.
Mau jadi developer AI? Nggak bisa nggak.
Mau tahu kenapa TikTok kamu isinya kucing semua? Nah itu hasil kerja unsupervised learning yang ngelompokkin preferensi kamu.
✍️ Kesimpulan: Yuk Mulai Eksplorasi!

Jadi, setelah tahu supervised learning dan unsupervised learning, kamu udah punya bekal awal buat masuk ke dunia machine learning. Jangan takut duluan sama istilah-istilah teknis. Anggap aja kayak kamu lagi belajar cara ngedit video atau main game baru—seru kalau udah ngerti.
Coba aja buka Google Colab atau main ke Kaggle, cari dataset, dan rasain sendiri bedanya. Mau belajar bareng? Banyak komunitas dan forum yang siap bantu.
Toh, dunia udah bergerak ke arah data-driven. Siapa tahu kamu bisa jadi bagian dari pergerakan itu—dari yang awalnya cuma iseng baca artikel ini, jadi ngerti dan bisa bikin model sendiri.
❓FAQ Seputar Supervised Learning dan Unsupervised Learning
1. Apa itu supervise learning dan unsupervised learning secara singkat?
Supervised learning adalah metode machine learning dengan data berlabel (udah tahu jawabannya). Unsupervised learning adalah metode tanpa label, sistem harus menemukan pola sendiri dari data.
2. Apakah supervised learning lebih akurat daripada unsupervised?
Tergantung kasusnya. Kalau data lengkap dengan label, supervised learning bisa sangat akurat. Tapi unsupervised learning unggul di eksplorasi data dan pengelompokan yang fleksibel.
3. Apakah saya perlu coding untuk belajar dua jenis learning ini?
Iya, tapi nggak harus langsung jago. Mulai dari yang sederhana pakai GUI tools seperti Orange atau Teachable Machine, nanti pelan-pelan bisa lanjut ke Python.
4. Bisa nggak kedua metode supervised learning dan unsupervised learning Digabung ?
Bisa banget! Ada juga namanya semi-supervised learning dan reinforcement learning yang gabungin kekuatan dua-duanya. Cocok buat data yang cuma sebagian berlabel.
5. Situs mana yang cocok buat belajar supervised dan unsupervised learning?
Kamu bisa mulai dari:
Kaggle (buat dataset dan tutorial)
Google Colab (buat coding online)
Coursera dan edX (buat kursus)
Teachable Machine (praktik instan tanpa coding)
Selamat bereksplorasi di dunia supervised learning dan unsupervised learning. Siapa tahu, nanti kamu malah jadi tukang training AI favorit startup unicorn!
Segitu dulu ya pembahasan kita tentang supervised learning dan unsupervised learning. Kalau kalian suka dengan artikel tentang supervised learning dan unsupervised learning, jangan lupa share ke temen – temen biar mereka juga pada tau tentangsupervised learning dan unsupervised learning. See GAISSSS
Baca Juga 17 Fakta Keren Tentang (Autentikasi Adalah) yang Wajib Kamu Tahu (Biar Gak Kena Hack!)



