Baca Artikel di http://bacaankita.comLo pernah kepikiran nggak sih buat punya website sendiri? Entah itu buat portofolio, blog curhat, toko online, atau cuma iseng-iseng doang. Tapi begitu mulai cari info soal hosting, lo langsung pusing gara-gara banyak banget istilah teknis kayak VPS, cloud, sampai… shared hosting.
Gak usah panik, kita bahas pelan-pelan. Kali ini gue bakal bahas secara santai dan gampang dicerna, biar lo yang awam banget pun bisa ngerti. Nggak usah takut, gue nggak akan lempar lo ke jurang teknis yang dalem. Kita pelan-pelan aja kayak lagi nongkrong sambil ngopi.
1. Jadi, Apa Itu Shared Hosting?

Oke, kita mulai dari definisi dasar dulu. Pengertian shared hosting secara sederhana adalah layanan hosting di mana beberapa website menggunakan satu server yang sama secara barengan. Ibaratnya kayak lo ngontrak bareng-bareng satu rumah sama temen-temen lo. Satu kulkas dipakai rame-rame, satu kamar mandi buat semua, dan kalau ada yang nyalain AC, ya dinikmatin bareng.
Jadi, satu server dibagi-bagi buat banyak pengguna. Jadi nggak heran kalau harganya jadi super terjangkau. Ini yang bikin shared hosting cocok banget buat pemula yang baru mau bikin website tapi masih mikir panjang soal budget.
2. Kenapa Banyak Orang Milih Shared Hosting?
Gue ngerti banget, pas awal-awal mau bikin website tuh pasti ada dua hal yang dipikirin: ribet nggak ya? Dan… mahal nggak sih?
jawab dua-duanya: nggak ribet, dan murah.
1. Murah Meriah
Lo bisa mulai punya website cuma modal belasan ribu per bulan. Serius. Ini bukan promo MLM. Karena server-nya dibagi-bagi, biaya operasional juga bisa ditekan, dan akhirnya jadi terjangkau buat siapa aja. Cocok buat lo yang baru mulai dan belum butuh performa dewa.
2. Buat Pemula pun Nggak Ribet
Biasanya, penyedia layanan shared hosting udah nyiapin semua hal teknis biar lo tinggal klik-klik doang. Mau pasang WordPress? Ada auto installer. Mau cek statistik pengunjung? Ada cPanel. Semua serba dimudahin.
3. Cocok Buat Website Kecil
Kalau lo cuma bikin blog, portfolio, atau toko online kecil-kecilan, shared hosting ini udah lebih dari cukup. Lo belum butuh server yang kekuatannya setara Iron Man, cukup yang bisa jalanin WordPress lancar dan load cepat.
Tapi, Namanya Juga “Barengan”, Pasti Ada Kekurangannya
Nggak adil dong kalo kita cuma ngomongin enaknya doang. Kayak tinggal bareng di kosan rame-rame, pasti ada aja dramanya. Nah, di shared hosting juga begitu.
1. Saling Mempengaruhi
Karena barengan, kalau salah satu website di server itu lagi rame banget pengunjungnya, bisa bikin server-nya jadi lelet buat website lo juga. Ibaratnya temen kos lo nyedot listrik buat masak pake rice cooker, dispenser, setrika, dan nonton TV sekaligus—trus listrik rumah lo turun.
2. Terbatas
Biasanya lo cuma dapet jatah storage dan bandwidth tertentu. Jadi kalau lo punya rencana buat upload video 4K tiap hari, mending jangan pake shared hosting.
3. Keamanan Nggak Sebaik Dedicated Hosting
Poin ini juga nggak bisa di-skip, ya. Karena satu server dipake bareng-bareng, kalau ada yang kena hack, bisa aja ngefek ke website lo. Makanya, walaupun shared hosting udah punya sistem keamanan sendiri, tetap nggak sekuat layanan kayak VPS atau yang lebih keren lagi: dedicated hosting.
3. Wait, Emangnya Apa yang Dimaksud dengan Dedicated Hosting?

Oke, kayaknya lo udah mulai mikir: “Kalau shared hosting barengan, terus ada nggak sih hosting yang server-nya khusus buat gue doang?”
Jawabannya: ADA. Dan namanya adalah dedicated hosting.
Apa yang dimaksud dengan dedicated hosting? Simpelnya: lo sewa satu server full buat lo sendiri. Kayak lo punya rumah sendiri, nggak ada yang nebeng, nggak ada yang rebutan wifi, kamar mandi pun bebas dipakai sepuasnya. Tapi ya, harga dedicated hosting juga nggak main-main. Mahal, men. Serius. Tapi worth it buat yang punya website gede, kayak portal berita, toko online skala nasional, atau aplikasi web yang butuh performa tinggi.
4. Jadi, Apa yang Dimaksud Dedicated Hosting = Kelas Sultan?
Bisa dibilang gitu. Kalau shared hosting itu kosan rame-rame, dedicated hosting itu rumah mewah di Menteng. Keren, eksklusif, dan bebas ngatur semuanya. Tapi kalo baru mulai, ya lo belum perlu sampe sana. Shared hosting udah cukup banget buat start.
5. Siapa Aja yang Cocok Pake Shared Hosting?
Jangan anggap remeh bagian yang satu ini. Jangan asal milih cuma karena murah. Shared hosting cocoknya buat siapa sih?
- Blogger pemula yang baru mau nulis-nulis curhat digital.
- Mahasiswa yang butuh bikin portofolio online.
- Pelaku UMKM yang baru buka toko online.
- Freelancer yang pengen nunjukin hasil kerja mereka.
- Organisasi kecil yang butuh landing page.
Kalau website lo udah makin rame, udah punya ribuan pengunjung tiap hari, baru deh pikirin naik level ke VPS atau dedicated hosting.
6. Cara Kerja Shared Hosting Itu Gimana, Sih?
Balik lagi ke analogi rumah kos. Satu rumah = satu server. Tiap kamar = satu akun hosting. Nah, tiap kamar ini dikasih jatah: listrik (CPU), air (RAM), dan storage (ruang disk). Kalau salah satu kamar nyedot listrik terlalu banyak, bisa ngefek ke kamar lain. Makanya, provider hosting biasanya punya sistem monitoring biar nggak ada yang “serakah” sumber daya.
Lo nggak perlu mikirin sistem operasinya, nggak perlu update software, semua udah disiapin. Lo tinggal ngisi konten website lo doang.
7. Oke, Gue Tertarik. Tapi Gimana Milih Shared Hosting yang Bagus?
Pertanyaan bagus. Karena banyak banget penyedia hosting di luar sana. Tips dari gue:
- Cek Reputasinya
Liat pengalaman orang lain dulu sebelum mutusin, biar nggak nyesel cuma gara-gara harga miring. - Fitur yang Dikasih
Apakah dapet SSL gratis? Ada fitur backup otomatis, nggak? Support 24 jam? - User-Friendly Tingkat Dewa
Kalau lo baru pertama kali, pastiin ada fitur auto-install buat CMS kayak WordPress. - Customer Support-nya Responsif atau Nggak
Ini penting banget. Ketika lo panik website lo error jam 2 pagi, lo butuh CS yang bisa bantu, bukan yang ghosting. - Kalau Zonk, Duit Lo Aman
Beberapa penyedia kasih garansi 30 hari. Jadi lo bisa coba dulu, cocok atau nggak.
8. Shared Hosting Lokal vs Internasional?
Nah, ini juga sering jadi dilema. Harus pake layanan hosting lokal apa luar negeri? Kalo target pengunjung lo orang Indonesia, mending pilih shared hosting lokal. Latency-nya lebih cepat karena server-nya deket. Tapi kalau target lo global, bisa pertimbangin pakai yang luar negeri.
Dan kabar baiknya, banyak kok layanan shared hosting lokal yang kualitasnya udah internasional. Harga bersaing, fitur lengkap, dan CS-nya bisa diajak ngobrol pakai bahasa Indonesia (plus kadang bisa pake bahasa “alay” juga 😆).
Kesimpulan: Shared Hosting Itu Kayak Nasi Padang—Murah, Enak, dan Mengenyangkan
Kalau lo baru mau mulai bikin website dan lagi cari hosting yang ramah kantong tapi tetap fungsional, shared hosting adalah jawabannya. Pengertian shared hosting yang udah kita bahas tadi semoga bikin lo nggak bingung lagi.
- Mau murah? Iya.
Mau gampang dipake? Iya.
Mau aman? Cukup—asal jangan sembrono.
Tapi inget, shared hosting bukan buat semua orang. Kalau lo punya website gede, rame, dan kompleks, ya siapin budget buat pindah ke VPS atau dedicated hosting. Gue saranin, cobain dulu shared hosting dari penyedia lokal terpercaya. Coba satu bulan aja dulu. Siapa tahu cocok, dan lo jadi makin semangat ngembangin website lo.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar Shared Hosting

1. Apa bedanya shared hosting dengan cloud hosting?
Shared hosting itu satu server dipakai bareng-bareng. Cloud hosting itu pake beberapa server sekaligus yang saling backup. Cloud lebih stabil dan scalable, tapi biasanya lebih mahal.
2. Apakah shared hosting aman?
Cukup aman untuk penggunaan normal, tapi karena dipakai bareng, ada risiko kalau salah satu pengguna kena hack. Makanya penting pilih penyedia yang punya sistem keamanan bagus.
3. Kapan waktu terbaik upgrade dari shared hosting?
Kalau website lo mulai lemot, sering down, atau butuh fitur khusus, itu tanda-tanda lo harus upgrade ke VPS atau dedicated hosting.
4. Apakah saya bisa hosting lebih dari satu website di shared hosting?
Itu sih liat dulu fitur dari paketnya. Beberapa shared hosting menyediakan fitur add-on domain, jadi lo bisa punya lebih dari satu website.
5. Apa yang dimaksud dengan dedicated hosting dan kenapa lebih mahal?
Dedicated hosting artinya satu server khusus buat lo doang. Karena lo punya kontrol penuh dan sumber daya eksklusif, makanya harganya lebih tinggi. Cocok buat website yang besar dan kompleks.
Kalau lo masih bingung atau ragu, santai aja. Shared hosting itu bisa jadi gerbang pertama lo buat masuk ke dunia digital. Yuk, mulai sekarang juga! Buka laptop, cari penyedia hosting terpercaya, dan mulai bikin website lo sendiri. Siapa tahu, dari sini jalan sukses digital lo dimulai! 💻🌟
Baca Juga 10 Website PPT Gratis yang Bikin Presentasi Lo Nggak Ngebosenin Lagi



