Baca Artikel di http://bacaankita.comLo pernah nggak sih buka website terus tiba-tiba muncul tulisan gede: “Your connection is not private”? Terus di bawahnya ada pilihan Back to safety atau Proceed anyway (yang bikin deg-degan kalau diklik)? Nah, itu biasanya karena si website nggak pakai SSL, atau lebih tepatnya, nggak pakai jenis SSL yang seharusnya.
Kali ini, kita bakal bahas soal jenis-jenis SSL—biar kamu yang punya web (atau lagi mikir buat bikin web) nggak cuma sekadar asal pasang sertifikat doang. Soalnya, SSL ini tuh kayak SIM buat pengendara motor. Semua bisa naik motor, tapi kalau nggak punya SIM, siap-siap ditilang. Sama kayak web, semua bisa online, tapi kalau nggak pakai SSL yang bener, siap-siap ditinggalin pengunjung… dan juga ditendang Google dari SERP.
1. Sebentar, Apa Sih SSL Itu?

Sebelum bahas jenis-jenis SSL lebih jauh, kita kenalan dulu yuk sama istilah ini. SSL itu singkatan dari Secure Sockets Layer. Dalam bahasa yang lebih membumi, SSL itu kayak pengaman buat data yang mondar-mandir antara browser pengguna dan server. Jadi, kalau kamu ngisi data kayak password, kartu kredit, atau email di suatu situs, SSL ini yang bantu enkripsi datanya supaya nggak dicuri orang di tengah jalan.
Makanya sekarang hampir semua situs diwajibkan punya SSL, terutama yang butuh login, pembayaran, atau apapun yang sifatnya rahasia. Tanpa SSL? Siap-siap aja dibilang “site not secure”. Malu dong, udah cape-cape bikin web, malah dikasih cap merah sama Chrome.
2. Nah, Sekarang Masuk ke Inti: Jenis-Jenis SSL Itu Ada Apa Aja?

Oke, sesuai janji, kita akan bahas jenis-jenis SSL. Eits, jangan salah, SSL itu nggak cuma satu doang. Ada beberapa jenis dengan level keamanan dan kepercayaan yang beda-beda. Ibaratnya kayak SIM A, SIM C, dan SIM Internasional. Sama-sama buat nyetir, tapi beda fungsinya.
Berikut ini jenis-jenis SSL yang wajib kamu kenal:
A. Domain Validation (DV SSL)
Ini tipe SSL paling dasar. Proses verifikasinya cepet, murah, dan biasanya cuma ngecek apakah kamu beneran punya domain itu. Cocok buat blog pribadi, website portofolio, atau proyek kecil-kecilan.
Contoh:
Kalau lo punya domain www.ayowebsaya.com, terus beli DV SSL, si penyedia SSL cuma bakal verifikasi lewat email domain itu. Kelar. Nggak butuh dokumen, nggak perlu nunjukin identitas usaha, tinggal klik link verifikasi aja.
Keunggulan:
Murah meriah
Proses cepat (kadang cuma hitungan menit)
Cukup aman buat situs biasa
Tapi…
Karena nggak menunjukkan siapa pemilik website-nya, DV SSL kurang dipercaya untuk transaksi besar. Kalau kamu jualan produk mahal atau nyimpen data sensitif, sebaiknya pertimbangkan jenis SSL lain.
B. Organization Validation (OV SSL)
Nah, ini naik kelas dikit. Selain verifikasi domain, OV SSL juga minta bukti legal kalau perusahaan kamu beneran eksis. Biasanya diminta dokumen kayak SIUP, TDP, atau bukti resmi lain.
Keunggulan:
Lebih dipercaya user
Nama perusahaan muncul saat cek sertifikat
Cocok buat toko online, situs instansi, dan startup
Catatan penting:
Karena ada proses manual, pembuatan OV SSL butuh waktu beberapa hari. Tapi worth it lah buat ningkatin kredibilitas.
C. Extended Validation (EV SSL)
Ini sih raja dari segala jenis SSL. Kalau kamu pernah lihat URL yang muncul warna hijau dan ada nama perusahaan kayak “PT Web Aman Indonesia” di sebelah kiri address bar—nah, itu tandanya pakai EV SSL.
Keunggulan:
Tanda paling kelihatan dan meyakinkan
Nama perusahaan tampil di address bar
Keamanan super tinggi
Diperlukan buat website bank, e-commerce besar, atau situs fintech
Tapi ya…
Harganya juga lumayan bikin mikir dua kali. Prosesnya juga paling panjang dan ribet. Tapi ya wajar, karena keamanannya juga kelas dewa.
D. Wildcard SSL
Kalau kamu punya subdomain banyak kayak blog.domainkamu.com, shop.domainkamu.com, dan mail.domainkamu.com, daripada beli SSL satu-satu, kamu bisa pakai Wildcard SSL.
Contoh:
Wildcard SSL untuk *.domainkamu.com akan otomatis mengamankan semua subdomain.
Keunggulan:
Hemat biaya
Praktis untuk banyak subdomain
E. Multi-Domain SSL (SAN SSL)
Kalau kamu punya banyak domain beda, bukan cuma subdomain, maka SSL jenis ini adalah jodohnya. Misalnya kamu punya domainkamu.com, bisniskamu.id, dan tokoonlinekeren.net, cukup pakai satu SAN SSL buat semuanya.
Keunggulan:
Nggak perlu beli SSL terpisah buat tiap domain
Praktis buat developer atau perusahaan dengan banyak web
3. Kenapa Harus Tahu Jenis-Jenis SSL?

Pertanyaannya: kenapa ribet banget sih harus tahu jenis-jenis SSL? Jawabannya sederhana: biar nggak salah beli dan tahu kebutuhan sendiri.
Bayangin kamu cuma punya blog buat nulis curhatan, tapi kamu beli EV SSL yang harganya bisa buat beli iPhone second. Atau kebalikannya, kamu punya toko online yang ngatur transaksi ratusan juta, tapi SSL-nya DV murahan. Duh.
4. Perbandingan Cepat Jenis-Jenis SSL
| Jenis SSL | Validasi | Cocok Untuk | Waktu Penerbitan |
|---|---|---|---|
| DV SSL | Domain | Blog, personal website | Menit |
| OV SSL | Domain + Org | Toko online kecil/menengah | 1–3 hari |
| EV SSL | Domain + Legal Org | Bank, fintech, e-commerce besar | 3–7 hari |
| Wildcard SSL | Domain + Subdomain | Web dengan banyak subdomain | 1–3 hari |
| Multi-Domain SSL | Domain Ganda | Perusahaan dengan banyak domain | 1–3 hari |
5. Hal Lain yang Perlu Kamu Perhatikan
SSL bukan cuma soal jenisnya, tapi juga soal masa berlaku. Umumnya 1 tahun, tapi beberapa penyedia sekarang ngasih maksimal 13 bulan.
Perhatikan juga penyedia SSL-nya. Ada yang gratis kayak Let’s Encrypt, ada juga yang premium dari Comodo, Symantec, dll.
Dan jangan lupa: SSL harus dipasang dengan bener. Udah beli mahal-mahal tapi belum redirect dari HTTP ke HTTPS, ya sama aja boong.
Kesimpulan: Saatnya Pasang SSL Sesuai Kebutuhan!
Gitu deh kira-kira cerita santai kita tentang jenis-jenis SSL. Dari DV yang murah meriah, sampai EV yang prestisius. Semuanya punya tempat masing-masing, tergantung kamu butuhnya kayak gimana.
Kalau kamu punya situs dan belum pasang SSL—wah, sekarang saat yang paling pas. Apalagi udah tahu perbedaannya, jadi tinggal sesuaikan aja. Jangan sampai karena malas atau nggak paham, situs kamu dicap nggak aman sama pengunjung (dan Google juga).
Jadi, yuk mulai amankan website kamu pakai SSL yang tepat. Jangan ditunda-tunda, karena kepercayaan user dan keamanan data itu nggak bisa ditawar.
FAQ Seputar Jenis-Jenis SSL
1. Apa SSL bisa didapatkan gratis?
Bisa banget! Let’s Encrypt salah satu penyedia SSL gratis yang banyak digunakan. Tapi biasanya hanya untuk DV SSL.
2. Apakah semua website butuh EV SSL?
Nggak. EV SSL cocoknya buat situs besar yang butuh tingkat kepercayaan tinggi, seperti bank atau e-commerce gede.
3. Kalau saya punya blog biasa, SSL jenis apa yang cocok?
DV SSL sudah cukup. Murah, cepat, dan aman buat kebutuhan personal.
4. Apakah SSL bisa bikin website jadi lebih cepat?
Nggak secara langsung. Tapi, SSL adalah syarat buat HTTP/2 yang bisa mempercepat loading web. Jadi efeknya tetap ada.
5. Gimana cara tahu SSL saya masih aktif?
Kamu bisa cek lewat browser atau pakai situs kayak sslshopper.com atau whynopadlock.com. Di situ bisa kelihatan masa berlaku dan jenisnya.
Kalau artikel ini ngebantu kamu memahami dunia SSL dan pengen lebih banyak konten ngobrol-ngobrol teknologi kayak gini, jangan lupa bookmark, share ke temen, dan… ya udah, langsung aja amanin web kamu sekarang juga! 🚀
Baca Juga 7 Fakta Powerful Kenapa Cara Kerja GPS Adalah Teknologi Sakti yang Sering Kamu Remehin



