Bagi sebagian besar masyarakat di kota-kota besar, sound horeg adalah sesuatu yang asing. Namun datanglah ke daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah saat musim karnaval tiba. Anda akan merasakan tanah bergetar, kaca jendela berderik, dada berdegup berdetak dengan irama bass yang menggelegar. Rasanya akan benar-benar menyentuh tubuh Anda. Ini adalah sound horeg. Ini adalah sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar trend musik, tetapi sudah menjadi adat budaya.
Sound horeg bukan hanya tentang volume suara yang maksimal. Di balik tumpukan speaker yang menjulang tinggi seperti menara, tersimpan cerita tentang kebanggaan komunitas, adu gengsi teknologi audio, hingga perputaran ekonomi rakyat. Namun, di sisi lain, fenomena ini juga memicu perdebatan sengit terkait kenyamanan dan ketertiban umum.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengapa sound horeg begitu dicintai oleh “Sobat Horeg”, kontroversi yang menyertainya, serta bagaimana menikmati hobi ini dengan bijak menggunakan perangkat audio yang berkualitas.
Apa Itu Sound Horeg?
Secara sederhana, “horeg” dalam bahasa Jawa bisa diartikan sebagai bergetar atau berguncang. Jadi, sound horeg merujuk pada sistem audio (sound system) dengan kekuatan daya (watt) yang sangat besar, mampu menghasilkan getaran bass yang dahsyat hingga menggetarkan area sekitarnya.
Fenomena ini awalnya berkembang dari tradisi karnaval atau pawai desa di wilayah seperti Malang, Blitar, Kediri, dan Banyuwangi. Apa yang dulunya hanya sekadar pengeras suara untuk mengiringi barisan pawai, kini berevolusi menjadi ajang unjuk kekuatan “Battle Sound”. Para pemilik rental audio berlomba-lomba menyusun line array speaker dan subwoofer dalam jumlah masif di atas truk fuso, menciptakan dinding suara yang spektakuler.
Untuk menghasilkan kualitas audio bertenaga namun tetap jernih dalam skema sound horeg ini, diperlukan perangkat manajemen audio yang mumpuni. Di sinilah peran penting perangkat seperti crossover, power amplifier, dan speaker management. Sebagai salah satu penyedia solusi audio profesional, Betavo Audio memahami kebutuhan akan perangkat yang durable dan bertenaga untuk mendukung performa lapangan yang ekstrem seperti ini.
Mengapa Sound Horeg Begitu Dicintai?
Bagi orang awam, mungkin sulit memahami kenikmatan mendengarkan musik dengan volume yang bisa merontokkan genteng rumah. Namun, bagi para pecinta sound horeg, ada beberapa alasan kuat mengapa kultur ini terus hidup dan berkembang.
1. Kebanggaan dan Identitas Komunitas
Sound horeg bukan sekadar mendengarkan musik; ini adalah tentang identitas. Setiap kru sound system memiliki basis penggemar fanatik layaknya klub sepak bola. Ketika sebuah truk sound system dengan tumpukan speaker raksasa melintas, ada rasa bangga yang dirasakan oleh warga setempat. Ini menunjukkan bahwa desa atau komunitas mereka mampu menghadirkan hiburan kelas “sultan”.
2. Sensasi Fisik Audio (Adrenaline Rush)
Ada kepuasan tersendiri yang dirasakan para penikmatnya saat gelombang bass menghantam tubuh. Sensasi physicality of sound ini menciptakan adrenalin. Bagi mereka, musik tidak hanya untuk didengar oleh telinga, tapi harus bisa “dirasakan” oleh seluruh tubuh. Getaran yang dihasilkan dianggap sebagai terapi pelepasan stres dan ekspresi kebebasan.
3. Ajang Pameran Teknologi Audio Rakitan
Indonesia memiliki banyak teknisi audio berbakat yang belajar secara otodidak. Sound horeg menjadi etalase pembuktian kemampuan mereka dalam meracik sistem audio. Mulai dari pemilihan box speaker, pengaturan frekuensi, hingga modifikasi power amplifier. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap karya teknik lokal yang mampu menghasilkan output suara setara konser internasional, namun dengan kearifan lokal.
Kontroversi dan Kritik: Sisi Lain Mata Uang
Meski memiliki basis penggemar yang masif, sound horeg tidak lepas dari sorotan tajam. Pro dan kontra terus bergulir, terutama ketika hobi ini mulai bersinggungan dengan kenyamanan publik.
Gangguan Polusi Suara (Noise Pollution)
Kritik paling utama tentu saja masalah kebisingan. Tingkat desibel yang dihasilkan sound horeg seringkali jauh di atas ambang batas pendengaran yang aman. Hal ini tidak hanya mengganggu waktu istirahat warga, tetapi juga berisiko merusak kesehatan pendengaran, terutama bagi anak-anak dan lansia yang berada di dekat lokasi.
Dampak Kerusakan Fisik
Istilah “horeg” benar-benar terbukti secara harfiah. Getaran bass frekuensi rendah yang ekstrem seringkali menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitar jalur karnaval. Kaca pecah, plafon runtuh, hingga genteng melorot adalah keluhan umum yang sering muncul. Bahkan, dalam beberapa kasus ekstrem, getaran ini bisa memicu kepanikan warga yang mengira sedang terjadi gempa bumi.
Respon Sosial dan Regulasi
Melihat dampak negatif yang ditimbulkan, beberapa pemerintah daerah dan bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di wilayah tertentu mulai mengeluarkan himbauan hingga fatwa terkait pelaksanaan sound horeg. Tujuannya bukan untuk mematikan kreativitas, melainkan untuk menata ulang agar hobi ini tidak merugikan hak orang lain untuk mendapatkan ketenangan.
Tips Menikmati Sound Horeg yang Aman dan Beretika
Apakah mungkin menyelaraskan hobi sound horeg dengan kenyamanan masyarakat? Tentu saja bisa. Kuncinya ada pada “Tepo Seliro” atau tenggang rasa, serta penggunaan teknik audio yang benar. Berikut adalah tips agar hobi sound horeg tetap jalan tanpa memicu konflik:
1. Perhatikan Lokasi dan Waktu
Hindari menyalakan sound system dengan kekuatan penuh di area padat penduduk, dekat rumah sakit, atau tempat ibadah. Pilihlah lokasi lapangan terbuka yang jauh dari pemukiman padat. Selain itu, patuhi batasan waktu yang telah disepakati dengan warga setempat.
2. Manajemen Gain dan Frekuensi yang Tepat
Horeg tidak harus selalu tentang volume maksimal yang pecah. Audio yang baik adalah audio yang bertenaga namun tetap jernih dan detail. Di sinilah pentingnya Sound Engineer yang paham gain staging. Jangan memaksakan power melebihi kapasitas speaker karena hanya akan menghasilkan distorsi yang menyakitkan telinga.
3. Gunakan Perangkat Berkualitas
Banyak kasus suara pecah atau gangguan audio terjadi karena penggunaan perangkat yang tidak standar atau mismatch antar komponen. Menggunakan produk audio profesional sangat disarankan untuk menjaga kualitas output.
Betavo Audio menawarkan rangkaian produk yang cocok untuk kebutuhan lapangan, mulai dari Power Amplifier yang bertenaga badak hingga Speaker Management yang presisi. Dengan perangkat yang tepat, Anda bisa menghasilkan suara bass yang bulat dan punchy tanpa harus menimbulkan noise atau distorsi liar yang mengganggu. Produk Betavo dirancang untuk daya tahan tinggi, cocok untuk dihajar di medan karnaval yang berat.
4. Edukasi Komunitas
Penting bagi para pegiat sound system untuk saling mengingatkan. Horeg yang elegan adalah horeg yang bisa dinikmati, bukan yang menyiksa. Komunitas perlu membuat standar operasi sendiri (SOP) tentang batasan desibel di area-area tertentu demi menjaga nama baik komunitas sound system itu sendiri.
Kesimpulan: Menemukan Titik Tengah
Sound horeg adalah fenomena unik yang mencerminkan gairah masyarakat Indonesia terhadap musik dan teknologi audio. Di satu sisi, ia adalah hiburan rakyat yang murah meriah dan membanggakan. Di sisi lain, ia membawa tantangan terkait toleransi dan ketertiban umum.
Jalan tengahnya adalah kedewasaan dalam bermasyarakat. Para pecinta sound horeg harus mulai lebih peduli pada dampak lingkungan, sementara masyarakat umum dan regulator bisa memberikan ruang ekspresi yang tertata.
Dan yang tak kalah penting, kualitas perangkat audio memegang peranan vital. Dengan menggunakan gear yang tepat seperti yang ditawarkan oleh Betavo Audio, sound system tidak hanya sekadar keras, tetapi juga berkualitas, jernih, dan enak didengar. Mari jadikan sound horeg sebagai budaya audio yang berkelas, aman, dan tetap ngeri-ngeri sedap untuk dinikmati!
