Table of Contents
TogglePembukaan: Ketika Antivirus Jadi Terlalu “Protektif”
Baca Artikel di http://bacaankita.comPernah nggak sih kamu pengin install sesuatu di laptop tapi malah “digangguin” sama antivirus? Kayak, niatnya cuma mau install aplikasi kecil, eh malah langsung muncul notifikasi “This file might harm your device” 😅. Nah, di momen kayak gini, biasanya orang mulai googling cara mematikan antivirus biar proses install bisa lanjut tanpa drama.
Tapi tenang, mematikan antivirus itu nggak selalu berarti kamu ceroboh atau mau buka jalan buat virus masuk. Kadang memang perlu — misalnya buat install aplikasi resmi tapi dianggap mencurigakan, buat main game yang terblokir sistem, atau sekadar mau tes performa tanpa gangguan notifikasi keamanan.
Di artikel ini, kita bakal bahas cara mematikan antivirus di berbagai versi Windows dan merek antivirus populer. Gaya bahasanya santai aja, kayak lagi ngobrol di warung kopi sambil ngulik laptop. Tapi tetap informatif dan aman, biar kamu nggak salah langkah. Yuk, kita mulai! ☕
1. Kenapa Sih Orang Ingin Tahu Cara Mematikan Antivirus?

Sebelum kita masuk ke langkah-langkah teknis, yuk kita bahas dulu alasannya. Soalnya kadang kita terlalu buru-buru klik “disable” tanpa tahu konsekuensinya.
Biasanya orang ingin tahu cara mematikan antivirus karena beberapa alasan berikut:
🧩 Antivirus terlalu protektif. Kadang file atau aplikasi yang sebenarnya aman dianggap berbahaya.
🎮 Ingin main game tanpa lag. Beberapa antivirus suka scanning di background yang bikin FPS turun.
🧰 Mau install software tertentu. Misalnya aplikasi editor, emulator, atau game mod yang sering dianggap mencurigakan.
🧪 Butuh tes performa. Kadang orang IT mau lihat performa sistem tanpa ada proses keamanan berjalan.
Tapi jangan salah, tahu cara mematikan antivirus bukan berarti kamu harus mematikannya terus-menerus. Cukup sementara aja — nanti kita bahas juga gimana cara nyalain lagi setelah selesai.
2. Jenis Antivirus yang Sering Digunakan di Laptop/PC
Sebelum bahas cara mematikan antivirus, penting buat tahu dulu antivirus mana yang kamu pakai. Di laptop atau PC biasanya ada dua jenis:
Windows Defender (Microsoft Defender)
Ini antivirus bawaan Windows 10 dan 11. Otomatis aktif bahkan tanpa instal aplikasi tambahan.Antivirus pihak ketiga seperti:
Avast
AVG
Kaspersky
McAfee
Bitdefender
Smadav (yang sering banget dipakai di Indonesia)
Setiap antivirus punya cara sendiri buat dimatikan. Jadi nanti kita bahas satu per satu biar kamu bisa pilih sesuai yang kamu gunakan.
3. Cara Mematikan Antivirus di Windows Defender
Oke, ini yang paling umum. Hampir semua pengguna Windows 10 dan 11 pasti punya antivirus bawaan ini. Berikut cara mematikan antivirus Windows Defender:
Klik tombol Start (ikon Windows di kiri bawah).
Ketik “Windows Security” lalu buka aplikasinya.
Pilih menu Virus & threat protection.
Klik Manage settings di bawah tulisan “Virus & threat protection settings”.
Matikan tombol di bagian Real-time protection.
Kalau muncul notifikasi “Are you sure?”, klik “Yes”.
Voila! Windows Defender kamu sementara nonaktif. Tapi ingat ya, Windows biasanya otomatis nyalain lagi setelah beberapa waktu.
Tips tambahan: kalau kamu butuh cara mematikan antivirus secara permanen (misalnya untuk keperluan khusus), kamu bisa pakai Group Policy Editor atau Registry Editor. Tapi ini agak teknis, jadi pastikan kamu tahu risikonya dulu.
4. Cara Mematikan Antivirus Avast
Nah, buat kamu yang pakai Avast, begini cara mematikan antivirus-nya:
Klik kanan ikon Avast di system tray (pojok kanan bawah layar).
Pilih Avast shields control.
Akan muncul beberapa opsi:
Disable for 10 minutes
Disable for 1 hour
Disable until computer is restarted
Disable permanently
Pilih yang sesuai kebutuhan kamu.
Akan muncul notifikasi konfirmasi, klik “Yes”.
Selesai! Antivirus Avast kamu sekarang sudah nonaktif sementara.
Kalau kamu mau aktifin lagi, cukup buka aplikasi Avast → klik “Turn On” pada bagian Core Shields.
Kamu bisa lihat, cara mematikan antivirus ini sebenarnya simpel banget. Tapi pastikan kamu cuma lakukan ini kalau benar-benar dibutuhkan, ya.
5. Cara Mematikan Antivirus Smadav
Nah, ini nih yang paling lokal banget. Banyak pengguna di Indonesia yang masih pakai Smadav, entah karena ringan, gratis, atau cuma buat “pelengkap”.
Berikut cara mematikan antivirus Smadav:
Cari ikon Smadav di system tray (pojok kanan bawah).
Klik kanan ikon tersebut.
Pilih Disable Protection atau Exit.
Akan muncul peringatan konfirmasi, pilih “Yes”.
Selesai! Smadav kamu udah nggak aktif lagi.
Kalau kamu mau nyalain lagi, tinggal buka Smadav seperti biasa atau restart laptopmu.
6. Cara Mematikan Antivirus AVG

Kalau kamu pengguna AVG, berikut cara mematikan antivirus yang aman:
Klik kanan ikon AVG di system tray.
Pilih Temporarily disable AVG protection.
Pilih durasi berapa lama kamu ingin mematikannya.
Klik “OK”.
Pastikan setelah selesai, kamu aktifkan kembali dengan membuka aplikasi AVG → klik “Turn On Protection”.
Dengan begitu, kamu udah tahu cara mematikan antivirus AVG tanpa uninstall atau reset.
7. Cara Mematikan Antivirus Kaspersky
Kaspersky dikenal “galak” banget dalam memblokir file mencurigakan. Tapi ada kalanya kamu tetap harus nonaktifkan untuk sementara. Ini dia cara mematikan antivirus Kaspersky:
Klik kanan ikon Kaspersky di taskbar.
Pilih Pause Protection.
Akan muncul pilihan durasi (5 menit, 30 menit, 1 jam, atau sampai restart).
Pilih durasi yang kamu mau, lalu klik “OK”.
Jika sudah selesai dengan urusanmu, aktifkan lagi agar keamanan tetap terjaga.
8. Cara Mematikan Antivirus McAfee
Khusus buat kamu pengguna McAfee, berikut cara mematikan antivirus yang bisa dicoba:
Buka aplikasi McAfee.
Klik menu Real-Time Scanning.
Klik tombol Turn Off.
Pilih berapa lama kamu ingin menonaktifkannya.
Klik “Turn Off” lagi untuk konfirmasi.
Selesai! Jangan lupa aktifkan kembali setelah selesai install aplikasi, ya.
9. Risiko dan Hal yang Harus Diperhatikan
Oke, sekarang bagian penting nih. Saat kamu mempelajari cara mematikan antivirus, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami:
Saat antivirus mati, sistem kamu lebih rentan terhadap virus dan malware.
Jangan pernah download file dari situs sembarangan saat antivirus mati.
Pastikan kamu tahu cara mengaktifkan kembali setelah selesai.
Hindari menonaktifkan antivirus secara permanen kecuali benar-benar perlu.
Jadi, kalaupun kamu sudah tahu cara mematikan antivirus, gunain pengetahuan itu dengan bijak, ya. Kayak pisau — bisa bermanfaat, tapi juga bisa bahaya kalau asal pakai.
10. Tips Aman Setelah Mematikan Antivirus
Biar kamu nggak panik, berikut beberapa tips setelah menerapkan cara mematikan antivirus:
Setelah install aplikasi atau game, segera aktifkan kembali antivirus.
Jalankan pemindaian penuh setelah selesai semua proses.
Jangan buka link atau file dari sumber nggak jelas saat antivirus nonaktif.
Gunakan mode offline sementara antivirus mati, untuk mencegah serangan online.
Kalau antivirusmu sering ganggu aplikasi penting, pertimbangkan ganti dengan antivirus lain yang lebih fleksibel.
Dengan begitu, kamu bisa tetap aman meski tahu cara mematikan antivirus.
Kesimpulan
Nah, sekarang kamu udah tahu cara mematikan antivirus di berbagai perangkat dan software — dari Windows Defender sampai Smadav. Intinya, mematikan antivirus itu nggak dilarang, asal tahu kapan dan kenapa perlu dilakukan.
Kalau kamu cuma pengin install aplikasi tertentu atau main game tanpa gangguan, silakan matikan sementara. Tapi jangan lupa aktifkan lagi setelah selesai, biar laptop kamu tetap aman dari virus yang nyelip di internet.
Jadi, buat kamu yang dari tadi nyari cara mematikan antivirus paling aman — udah nemu jawabannya di sini! 😉
Yuk, langsung praktek, tapi tetap hati-hati dan jangan lupa aktifkan lagi perlindungannya!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah aman mematikan antivirus?
Aman, asal kamu tahu tujuannya dan tidak mematikan antivirus terlalu lama. Setelah selesai install atau main game, nyalain lagi, ya.
2. Apakah mematikan antivirus bisa mempercepat performa laptop?
Sedikit, iya. Karena antivirus tidak melakukan scanning di background. Tapi efeknya nggak terlalu besar, kecuali di laptop dengan RAM kecil.
3. Gimana kalau antivirus aktif lagi otomatis?
Itu normal, terutama untuk Windows Defender. Kalau kamu ingin nonaktif permanen, kamu harus ubah lewat Group Policy atau Registry Editor.
4. Apakah antivirus pihak ketiga bisa dimatikan bersamaan dengan Windows Defender?
Bisa, tapi biasanya salah satu akan nonaktif otomatis kalau yang lain aktif. Misalnya kamu pasang Avast, maka Defender akan “mundur” sendiri.
5. Saya takut salah langkah. Apa ada cara mematikan antivirus tanpa buka pengaturan rumit?
Ada! Cukup klik kanan ikon antivirus di pojok kanan bawah (system tray), biasanya di sana langsung ada opsi “Pause” atau “Turn Off”.
Baca Juga Cara Menghilangkan Iklan di HP Infinix Paling Ampuh 2025, Biar HP Nggak Ganggu Lagi!



